Latest Products

Penyebab dan cara mengatasi Kacer nyilet

Order Detail

Kacer berbadan sangat kurus sampai bagian tulang dadanya tampak tajam sehingga disebut nyilet bisa disebabkan karena beberapa faktor, bisa faktor dari luar tubuh dan bisa juga dari dalam tubuh.

Berikut ini beberapa penyebab Kacer kurus/nyilet:

• Gizi buruk

Kacer yang terlalu kurus/nyilet biasanya karena mengalami gizi buruk dalam kurun waktu yang cukup lama, misalanya saja selama bertahun-tahun Kacer hanya diberikan pakan seadanya saja.

Karena Kacer terkurung didalan kandang dan tidak dapat mencari sumber pakan lain, maka yang terjadi Kacer tersebut mengalami kekurangan nutrisi dalam waktu yang lama dan menyebabkan tubuhnya menjadi kurus/nyilet.

Cara mengatasinya:

Gelontor pemberian Ekstra fooding (EF) seperti jangkrik, kroto, dan ulat hongkong (UH) sekenyangnya agar Kacer bisa makan sepuasnya untuk memulihkan kondisi fisiknya dan menambah berat badannya.

Berikan vitamin khusus untuk burung kicau yang diteteskan pada air minumnya seminggu sekalai untuk menambah stamina Kacer.

• Cacingan

Kacer yang kurus/nyilet akibat cacingan berawal dari kondisi kandang dan perlengkapannya yang kurang terjaga kebersihannya sehingga terjangkit bibit cacing dan masuk kedalam tubuh Kacer melalui pakan dan air minum yang mengandung bibit cacing.

Biasanya, Kacer yang mengalami cacingan masih memiliki nafsu makan yang bagus, tapi tubuhnya semakin lama semakin menjadi kurus/nyilet dan bulu-bulunya juga menjadi kusam.

Cara mengatasinya:

Rutin bersihkan kandangnya agar bibit-bibit cacing tidak berkembang. Jika Kacer sudah terlanjur terkena cacingan maka harus segera di obati dengan memberikan obat cacing khusus untuk burung yang banyak dijual di kios-kios pakan burung.

Gelontor pemberian Ekstra fooding (EF) untuk memulihkan kondisi kesehatan Kacer dan juga agar berat badannya cepat kembali normal.

Berikan vitamin khusus burung kicau seminggu sekali untuk mempercepat pemulihan kondisinya.

• Stres

Kacer yang mengalami stres cenderung akan kehilangan nafsu makan yang dapat berakibat fatal. Secara perlahan-lahan kondisi badannya semakin kurus/nyilet dan lama-kelamaan bisa mengakibatkan kematian jika tidak segera ditangani.

Kacer bisa mengalami stres akibat kondisi lingkungan yang tidak kondusif untuk Kacer yang menyebabkannya tertekan dan menjadi stres. Perlakuan pemiliknya yang kasar juga dapat menyebabkan Kacer menjadi stres.

Kacer yang rawan mengalami stres biasanya adalah Kacer bahan/bakalan muda hutan yang baru dibeli dari pasar burung atau kios burung.

Kacer bakalan tersebut mengalami stres berat karena perubahan lingkungan yang begitu drastis yang menyebabkan Kacer bahan/bakalan tersebut gagal beradaptasi yang menyebabkan Kacer menjadi stres dan kehilangan nafsu makannya.

Cara mengatasinya:

Tempatkan Kacer diruangan yang sunyi jauh dari semua gangguan agar Kacer merasa lebih nyaman dan tenang sehingga tingkat stresnya berkurang dan mau makan lagi.

Berikan pakan seperti jangkrik, belalang, kroto, ulat hongkong (UH), ulat daun pisang, dan lainnya dalam porsi dilebihkan agar Kacer merasa senang dan bebas memilih mau mengkonsumsi yang mana.

Pemberian jenis pakan dengan menu yang lebih bervariasi bertujuan untuk memancing Kacer agar lebih berselera untuk makan karena banyak pilihan makanan yang dapat dipilih sesuai seleranya.

Berikan juga vitamin khusus burung kicau yang diteteskan pada air minumnya seminggu 2x untuk mempercepat pemulihan kondisi kesehatan Kacer.

Baca juga:

Cara membuat Kacer bahan/bakalan muda hutan (MH) langsung bunyi

Cara mengatasi Kacer macet bunyi karena kalah mental

Penyebab kanibal pada Kacer dan cara mengatasinya

Demikian sedikit informasi tentang penyebab dan cara mengatasi Kacer nyilet. Untuk informasi lain seputar Kacer, dapat dibaca pada artikel On Kicau yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Kacer nyilet

Solusi Cucak ijo (CI) melet

Order Detail

Ketika memelihara Cucak ijo (CI), seringkali kita jumpai Cucak ijo yang kita rawat bertingkah melet-melet menjulurkan lidahnya, dan biasanya disertai bunyi krek-krek serta menggembungkan bulu dadanya.

Jika Cucak ijo (CI) sudah bertingkah seperti itu berarti tingkat birahinya sudah sangat tinggi atau over birahi (OB) dan kalau sudah begitu biasanya disertai dengan penurunan performa yang sangat drastis.

Ketika tingkat birahinya sudah terlalu tinggi dan ditandai dengan perilaku melet, biasanya Cucak ijo (CI) akan menjadi malas bunyi dan lebih sering berbunyi krek-krek sambil menggembungkan bulu dadanya.

Kondisi tersebut bisa disebabkan karena pemberian porsi Ekstra fooding (EF) seperti jangkrik, kroto, dan ulat hongkong (UH) yang terlalu berlebihan sehingga menyebabkan birahi Cucak ijo (CI) memuncak karena tidak pernah tersalurkan.

Jika kondisinya sudah demikian, maka harus segera ditangani agar tidak semakin parah.

Pola perawatan harian untuk Cucak ijo (CI) yang mengalami OB:

• Buah

Jika biasanya Cucak ijo (CI) diberikan pisang kepok sebagai menu hariannya, maka pada saat over birahi (OB), ganti menunya dengan buah pepaya karena sangat efektif untuk menurunkan birahi Cucak ijo yang terlalu over.

Berikan pepaya setiap hari sampai kondisi Cucak ijo (CI) kembali normal, baru variasikan lagi menu pakannya.

• Ekstra fooding (EF)

Pangkas pemberian Ekstra fooding (EF) hariannya. Misal biasanya settingan jangkrik untuk hariannya 5/5 pagi/sore, dipangkas menjadi 2/2 pagi/sore. Pemberian kroto dan ulat hongkong (UH) dihentikan dulu untuk sementara sampai kondisinya kembali normal.

• Pengembunan

Embunkan Cucak ijo (CI) setiap pagi untuk menghirup udara segar dan menikmati suasana pagi hari yang cerah untuk membantu menyetabilkan kondisinya.

• Mandi

Mandikan Cucak ijo (CI) rutin setiap hari, tapi biarkan agar mandi semaunya sendiri didalam cepuk atau didalam keramba.

• Jemur

Setelah selesai mandi biarkan Cucak ijo (CI) didis terlebih dulu sampai bulu-bulunya kering baru dijemur secukupnya saja.

Untuk sementara Cucak ijo (CI) di asingkan dulu, jangan tempatkan bersama burung-burung lain yang gacor apalagi burung sejenis dan burung-burung kecil dengan warna bulu cerah karena dapat membuat kondisi over birahi (OB) Cucak ijo semakin parah.

Baca juga:

Mengenali ciri-ciri Cucak ijo (CI) siap lomba

Cara mempercepat proses mabung/ngurak pada Cucak Ijo (CI)

Penyebab dan solusi Cucak ijo (CI) yang hanya gacor dirumah tapi bisu digantangan

Demikian sedikit informasi tentang solusi Cucak ijo (CI) melet. Untuk informasi lain seputar Cucak ijo (CI), dapat dibaca pada artikel On Kicau yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Cucak ijo (CI) OB

Tips sederhana beternak Murai Batu (MB)

Order Detail

Beternak Murai Batu (MB) merupakan salah satu peluang bisnis yang sangat menjanjikan jika melihat permintaan pasar sekarang ini yang terus meningkat, dan bahkan sampai kekurangan stok karena banyaknya permintaan.

Hal itu karena keindahan fisik dan kemerduan suara dari Murai Batu (MB) yang membuat banyak orang tertarik untuk memelihara burung fighter ini. Selain itu juga karena maraknya lomba untuk kelas Murai Batu (MB) yang selalu dibuka disetiap event lomba burung kicau di daerah manapun di seluruh Indoneaia, mulai dari kelas Latber sampai lomba-lomba besar tingkat Nasional, setiap EO hampir selalu membuka kelas Murai Batu (MB) sebagai kelas utama.

Jika kita ingin menjalankan usaha penangkaran Murai Batu (MB) yang profesional untuk dijadikan sebagai sumber penghasilan, sebetulnya bukan perkara yang sulit.

Syarat utama agar dapat beternak Murai Batu (MB), yaitu harus memiliki niat, kemauan yang kuat, sedikit bakat dan tentunya modal.

Tujuan utama dalam beternak Murai Batu (MB) adalah menghasilkan anakan burung Murai Batu dalam jumlah banyak dan bisa mendapatkan keuntungan yang besar.

Karena itu kita harus memiliki kemauan yang kuat untuk dapat bersaing dengan peternak lain. Kita juga harus menguasai bidang peternakan dengan cukup bagus agar kita tahu cara beternak yang baik dan benar dan juga dapat segera melakukan tindakan jika sewaktu-waktu terjadi masalah di peternakan kita.

Berikut ini tahapan cara beternak Murai Batu (MB) yang bisa kita lakukan:

• Menyiapkan indukan yang berkualitas

Calon indukan Murai Batu (MB), baik yang jantan maupun yang betina semuanya harus memiliki kualitas yang bagus. Untuk Murai Batu betina pilihlah yang usianya sudah matang dan siap untuk bereproduksi yaitu usia antara 1 atau 2 tahun.

Karena pada usia tersebut merupakan usia paling ideal untuk Murai Batu (MB) dalam bereproduksi. Keadaan kesehatan indukan betina sebaiknya selalu terjaga dan pastikan kondisi fisiknya tidak terlalu kurus.

Untuk pemilihan calon indukan Murai Batu (MB) jantan juga sama seperti waktu memilih induk betina. Pilihlah calon indukan jantan yang sudah tidak takut lagi pada keberadaan Manusia dan juga usahakan yang memiliki mental fighter cukup bagus.

Calon indukan Murai Batu (MB) jantan paling tidak harus yang sudah berusia minimal 2 tahun karena pada usia tersebut Murai Batu jantan sudah cukup matang untuk melakukan perkawinan.

Uahakan agar calon indukan Murai Batu (MB) jantan maupun betina tidak memiliki cacat fisik, entah itu di bagian mata, paruh, kaki, bagian sayap maupun bagian tubuh lainnya. Agar nantinya anakan hasil keturunannya tidak mewarisi cacat yang sama.

• Menyiapkan kandang penangkaran

Dalam beternak Murai Batu (MB), langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyiapkan kandang ternak. Tentunya kandang yang ideal untuk perkembang biakan Murai Batu.

Ukuran kandang ternak sebaiknya dibuat agak longgar agar kedua indukan Murai Batu (MB) dapat leluasa bergerak, dan pastikan memiliki sikulasi udara yang baik. Sedangkan untuk penempatan kandangnya, usahakan agar berada pada tempat yang tenang, aman, nyaman, dan bebas dari ancaman predator seperti kucing, tikus, ular, dan lainnya.

Untuk kandang ternak sebaiknya juga bisa terkena cahaya Matahari pagi agar burung memperoleh asupan vitamin D. Dan sebaiknya memiliki tempat untuk berteduh agar Murai Batu (MB) dapat berlindung pada saat sinar Matahari sudah mulai panas.

• Perhatikan kebersihan kandang penangkaran

Merawat kandang ternak Murai Batu (MB) agar tetap bersih termasuk faktor terpenting untuk keberhasilan dalam beternak Murai Batu. Jika kebersihan kandangnya terjaga, tentunya dapat meminimalisir menyebarnya bibit penyakit.

Dengan kandang yang selalu bersih, Murai Batu (MB) akan merasa semakin nyaman, sehingga terhindar dari kemungkinan mengalami stress yang merupakan penyebab kegagalan dalam beternak Murai Batu (MB).

Wadah pakan serta air minumnya juga harus dibersihkan setiap hari. Saat pagi, pakan serta air minumnya juga harus diganti dengan yang baru. Sisa dari makanan dan air minum kemarin yang belum habis sebaiknya dibuang.

Setiap seminggu sekali, semua bagian kandang penangkaran sebaiknya dibersihkan secara menyeluruh. Sesudah semua kotoran dibuang, kandang dapat dicuci lalu disterilkan dengan larutan desinfektan atu dengan menggunakan obat anti kuman. Setelah itu keringkan di bawah panas Matahari.

• Pakan untuk indukan Murai Batu (MB)

Pakan adalah salah satu faktor paling penting dalam beternak Murai Batu (MB). Karena Murai Batu yang ditangkarkan memerlukan asupan nutrisi yang lebih banyak untuk menunjang aktivitas reproduksinya.

Agar kebutuhan nutrisinya dapat terpenuhi dengan baik, indukan Murai Batu harus selalu diberikan pakan alami yang selalu segar dengan menu yang bervariasi. Brrikan juga vitamin khusus untuk burung ternak.

Pakan Murai Batu (MB) yang diternakkan sebaiknya menggunakan pakan alami, untuk mendongkrak tingkat birahinya sehingga proses perkawinan kedua indukan dapat berjalan lancar.

Jenis pakan alami Murai Batu (MB) seperti jangkrik, belalang, kroto, cacing, ulat hongkong (UH), dan lainnya juga bermanfaat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dari kedua indukan Murai Batu.

• Proses perjodohan indukan Murai Batu (MB)

Tahap pertama dalam proses perjodohan kedua calon indukan Murai Batu (MB) adalah memasukkan calon indukan betina dan biarkan kurang lebih selama dua minggu untuk beradaptasi dengan lingkungan kandangnya yang baru.

Setelah calon indukan betina berada dalam kandang ternak selama dua minggu, kemudian masukkan calon indukan Murai Batu (MB) jantan beserta kandangnya sekalian ke dalam kandang penangkaran yang telah dihuni calon indukan betina.

Tujuannya untuk mencegah Murai Batu (MB) jantan menyerang Murai Batu (MB) betina. Biarkan keduanya saling mengenal terlebih dulu kurang lebih selama satu minggu.

Tunggu sampai calon indukan betina birahi. Biasanya Murai Batu (MB) betina akan mulai nyiul kemudian mendekati kandang Murai Batu (MB) jantan.

Ketika kedua calon indukan Murai Batu (MB) sudah terlihat akrab dan sering berdekatan, serta selalu tidur berdampingan, berarti Murai Batu jantan sudah bisa dilepaskan kedalam kandang penangkaran bersama calon indukan betina.

• Merawat anakan Murai Batu (MB)

Anakan Murai Batu (MB) yang berumur 7-14 hari dapat diberikan pakan berupa campuran voer dan kroto yang dibuat agak encer. Pemberian pakan tersebut dapat dilakukan 1 jam sekali.

Setelah berumur 15 hari, biasanya anakan Murai Batu (MB) sudah mulai dapat makan kroto sendiri.

Jika kita membiarkan anakan Murai Batu (MB) tersebut diloloh induknya, maka kita harus memberikan pakan full Ekstra fooding (EF) dalam jumlah yang banyak agar Indukan Murai Batu (MB) dapat cukup makan sekaligus cukup untuk meloloh anak-anaknya.

Baca juga:

Pentingnya terapi kandang umbaran untuk Murai Batu (MB)

Tips untuk mengatasi Murai Batu (MB) kanibal/cabut bulu

Ciri-ciri Murai Batu (MB) yang sudah siap dilombakan

Demikian sedikit informasi tentang tips sederhana beternak Murai Batu (MB). Untuk informasi lain seputar Murai Batu (MB), dapat dibaca pada artikel On Kicau yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Sepasang indukan Murai Batu (MB) didalam kandang penangkaran

Pentingnya terapi kandang umbaran untuk Murai Batu (MB)

Order Detail

Kandang umbaran atau polier memiliki banyak sekali manfaat untuk Murai Batu (MB), apalagi untuk Murai Batu (MB) lapangan. Beberapa manfaat dari terapi kandang umbaran antara lain:

• Menjaga stamina dan kondisi fisik Murai Batu (MB) agar tetap fit. Karena dengan diumbar, seluruh otot-otot tubuhnya digunanakan untuk bergerak.

• Menguatkan otot-otot dada dan sayap yang berdampak pada suara Murai Batu (MB) menjadi lebih lantang dan bertenaga.

• Menguatkan nafas, sehingga Murai Batu (MB) lebih kuat berkicau dari awal sampai akhir perlombaan. Nafas yang panjang memang bisa dilatih dengan penjemuran yang lama atau bisa juga dengan terapi jemur sauna (burung kering kerodong kering), tapi akan lebih maksimal jika fisiknya juga dilatih dengan terapi umbaran, sehingga bisa mendapatkan dua manfaat sekaligus yaitu nafas yang panjang dan stamina yang prima.

• Mencegah kegemukan, karena dengan terbang bolak-balik dalam kandang umbaran, akan lebih cepat membakar kalori sehingga tidak terjadi penumpukan lemak di dalam tubuh Murai Batu (MB).

• Mencegah stres, karena dengan berada dikandang yang besar, Murai Batu (MB) bisa lebih leluasa bergerak mengepakkan sayapnya seperti di alam bebas. Selain itu juga dapat menjadi sarana refreshing untuk Murai Batu (MB) yang sudah terlalu lama berada didalam kandang berukuran kecil (kandang harian).

Tapi harus diperhatikan, untuk melakukan pengumbaran tidak boleh asal-asalan saja memasukkan Murai Batu (MB) kedalam kandang umbaran.

Kita harus melihat kondisi Murai Batu (MB) yang akan kita umbar, apakah burung perlu diumbar atau malah sebaliknya, burung justru perlu banyak istirahat karena kondisi fisiknya sedang tidak fit. Karena jika sampai salah analisa, bukannya menjadi lebih baik tapi justru bertambah parah (ngedrop).

Jika Murai Batu (MB) dalam kondisi fisik tidak fit dan dipaksakan untuk berolah raga maka yang terjadi kondisinya akan semakin ngedrop karena staminanya terkuras untuk terbang bolak-balik dalam kandang umbaran.

Jadi, Murai Batu (MB) yang akan diumbar harus dalam kondisi yang benar-benar fit, karena pengumbaran akan benar-benar menguras staminanya.

Dalam melakukan pengumbaran juga harus disediakan pakan terutama Ekstra fooding (EF) dalam jumlah yang cukup banyak dan juga air minum yang cukup.

Pemberian Ekstra fooding (EF) seperti jangkrik dengan porsi tanpa batas pada waktu diumbar bertujuan agar Murai Batu (MB) tidak kehabisan tenaga karena suplai pakan selalu tersedia. Pembakaran kalori yang besar harus di imbangi pula dengan asupan nutrisi yang memadai agar kondisi fisik Murai Batu (MB) tidak ngedrop.

Terapi umbaran bisa dilakukan 2-3 kali seminggu agar Murai Batu (MB) tidak kelelahan. Untuk kandang umbaran sendiri usahakan penempatannya ditempat yang terkena sinar Matahari langsung agar burung bisa sekalian berjemur, usahakan juga agar penempatan kandang umbaran aman dari gangguan predator seperti kucing dan lainnya.

Posisi plangkringan/tenggeran dibuat atas bawah yaitu posisi bawah dibagian depan dan posisi atas dibagian belakang agar Murai Batu (MB) bisa terbang dengan posisi naik turun sehingga lebih efektif untuk olah fisik burung.

Dengan melakukan pengumbaran secara teratur dan konsisten, maka lama-kelamaan kondisi fisik Murai Batu (MB) akan semakin fit dengan stamina yang semakin prima dan nafas lebih panjang sehingga saat dilombakan, Murai Batu (MB) akan tampil lebih maksimal.

Mungkin pada waktu pertama di umbar biasanya Murai Batu (MB) akan terlihat ngedrop karena belum terbiasa, tapi setelah terapi umbaran berjalan 1-2 bulan maka hasilnya akan mulai terlihat dengan peningkatan performa yang signifikan.

Pengumbaran sangat bermanfaat untuk kesehatan fisik dan mental Murai Batu (MB), karena fungsinya mengembalikan burung seperti pada habitat asli dan kodratnya, yaitu terbang bebas mengepakkan sayapnya.

Murai Batu (MB) yang sudah terlalu lama berada dalam kandang tentunya tidak pernah lagi menggunakan sayapnya untuk terbang, dan tentunya otot-otot sayap dan dadanya tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya dan secara tidak langsung pasti kondisi tersebut berpengaruh pada kualitas kicauannya.

Baca juga:

Ciri-ciri Murai Batu (MB) yang sudah siap dilombakan

Ciri-ciri fisik/katuranggan trotolan Murai Batu (MB) yang bagus dan prospek

Cara ampuh membuat Murai Batu (MB) ngeplong dan gacor

Demikian sedikit informasi tentang pentingnya terapi kandang umbaran untuk Murai Batu (MB). Untuk informasi lain seputar Murai Batu (MB), dapat dibaca pada artikel On Kicau yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Murai Batu (MB) dalam kandang umbaran

Cara merawat Cucak Rowo bakalan agar cepat bunyi

Order Detail

Perawatan Cucak Rowo (CR) sebenarnya tisak berbeda dengan perawatan burung lainnya seperti Cucak Ijo (CI) atau Trucukan dan burung-burung pemakan buah lainnya. Burung ini adalah pemakan buah-buahan dan serangga, jadi tidak terlalu sulit untuk memelihara burung mewah ini walaupun dipelihara dari bakalan.

Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pemilihan bahan/bakalan Cucak rowo, antara lain:

Postur tubuh

Pilihlah Cucak rowo yang memiliki postur tubuh besar dan panjang dengan leher yang jenjang, badan dan ekor serta kaki yang serasi/proporsional. Jangan memilih Cucak rowo yang berleher dan berbadan pendek serta berpostur kecil.

Bentuk paruh

Sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang, paruh bagian bawah harus lurus, karena Cucak rowo dengan bentuk paruh seperti itu memiliki suara yang istimewa.

Perilaku

Pilihlah bahan/bakalan Cucak rowo yang terlihat lincah dan bernafsu makan besar, ini merupakan ciri-ciri Cucak rowo yang sehat dan bermental baik.

Perawatan awal untuk Cucak rowo (CR) bakalan:

• Kandang

Siapkan kandang kotak dengan ukuran panjang/lebar 45/60 cm dengan tinggi 60-70 cm. Sementara tenggeran atau pangkringan bisa dibuat dari kayu asam dengan diameter 1,5 cm.

• Pakan

Pada dasarnya pakan untuk Cucak rowo sama dengan burung lain pada umumnya. Cucak rowo memerlukan menu pakan yang variatif agar dapat mencukupi kebutuhan nutrisi, vitamin, dan mineralnya. Pakan yang bagus, selain lengkap nutrisinya seperti protein dan karbohidrat, juga harus lengkap vitaminnya.

Pada tahap awal, berikan pisang kepok yang telah diolesi madu sebagai pakan utama untuk Cucak rowo bakalan, berikan juga jangkrik sebanyak 5/5 pagi/sore, kroto segar 1 cepuk 2 hari sekali untuk menjaga stamina Cucak rowo.

• Penempatan

Tempatkan Cucak rowo bakalan ditempat yang tenang.

• Terapi stres

Agar tidak stres, sebaiknya Cucak rowo bakalan diberikan terapi dengan suara gemercik air.

• Full kerodong

Kerodong Cucak rowo bakalan selama satu minggu untuk masa adaptasi.

• Mandi

Untuk sementara tidak perlu dimandikan agar tidak stres.

• Kebersihan

Bersihkan kandangnya setiap hari, pakan dan air minumnya juga diganti setiap hari.

Perawatan selanjutnya setelah masa adaptasi:

• Setelah masa adaptasi selama satu minggu, Cucak rowo bakalan mulai diembunkan setiap pagi. Burung cukup dikerodong pada malam hari saja.

• Mulai mandikan Cucak rowo dengan semprotan halus agar burung tidak stres.

• Setelah dimandikan, angin-anginkan dulu untuk mengeringkan bulu-bulunya. Berikan Ekstra fooding (EF) seperti jangkrik dan ulat hongkong (UH). Berikan juga buah-buahan dan air minum yang bersih.

• Setelah semua bulu-bulunya kering kemudian dijemur selama 1 jam.

• Selesai dijemur, gantang Cucak rowo bakalan ditempat yang ramai agar terbiasa dengan keberadaan Manusia.

Melatih Cucak rowo (CR) untuk ngevoer:

Agar tidak merepotkan dalam perawatan hariannya, Cucak rowo bisa dilatih untuk makan voer, caranya sebagai berikut:

• Tumbuk pisang kepok sampai halus, lalu dicampur dengan voer halus, aduk sampai rata.
Perbandingan voernya cukup 1/3 saja, kemudian adonan pisang dan voer tadi dimasukkan lagi kedalam kulit pisang dan dibentuk agar menyerupai pisang utuh untuk mengelabuhi Cucak rowo agar mau memakannya.

• Hari ke-2 kembali lakukan hal yang sama tapi dengan perbandingan voernya di perbanyak.

• Hari berikutnya campuran voernya dibuat lebih banyak lagi sampai Cucak rowo mau makan voer polos tanpa pisang.

• Setelah Cucak rowo mau makan voer halus, secara bertahap mulailah dilatih untuk makan voer kasar dengan mencampur voer halus dengan voer kasar.

Pakan yang bagus untuk Cucak rowo (CR):

• Voer

Sebaiknya pilihlah voer yang memiliki kandungan protein sedang yaitu: 12%-18%, karena belum tentu Voer yang mahal akan cocok dengan sistem metabolisme setiap burung. Voer diberikan sebagai pelengkap kebutuhan nutrisi burung. Ganti voer setiap 3 hari sekali.

• Buah Segar

Burung ini sangat menyukai buah Pepaya, Pisang Kepok, Apel, Sawo, Karsem, dan beberapa buah lainnya. Sebaiknya perbanyak pemberian buah Pepaya, karena buah Pepaya mengandung vitamin C yang tinggi sehingga bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh Cucak rowo. Disamping itu, buah Pepaya sangat mudah dicerna dan sangat cocok dengan sistem metabolisme rata-rata burung pemakan buah.

• Ekstra fooding (EF)

Pakan tambahan yang bagus untuk Cucak rowo yaitu: Jangkrik, Kroto, Ulat Hongkong, Ulat Bambu, Ulat Daun Pisang, Belalang, dan lainnya. Pemberian Ekstra fooding (EF) harus disesuaikan dengan karakter pada masing-masing burung dan juga harus mengetahui dengan pasti dampak klausal dari pemberian Ekstra fooding (EF) tersebut.

Perawatan dan stelan harian untuk Cucak rowo (CR):

Perawatan harian untuk burung Cucak rowo relatif sama dengan burung kicau jenis lainnya, kunci keberhasilan dari perawatan harian yaitu rutin dan konsisten.

Berikut ini pola perawatan harian dan stelan harian untuk burung Cucak rowo:

• Jam 05.00 Cucak rowo di embunkan.

• Jam 07.00 pagi Cucak rowo dimandikan (disemprot atau dikeramba tergantung pada kebiasaan masing-masing burung).

• Bersihkan kandangnya setiap hari.

• Ganti atau tambahkan voer, air minum dan buah.

• Berikan Jangkrik 7 ekor.

• Penjemuran dapat dilakukan selama 1-2 jam/hari mulai pukul 07.30-09.30.

• Jam 15.30 berikan Jangkrik 7 ekor lagi.

• Jam 18.00 burung kembali dikerodong dan di perdengarkan suara masteran.

Tambahan:

• Kroto segar diberikan dengan porsi 1 cepuk seminggu dua kali.

• Buah segar diberikan rutin setiap hari dengan menu yang variataif, misalnya: Hari senin sampai hari rabu berikan buah pepaya, hari kamis sampai hari sabtu berikan pisang kepok yang diolesi madu murni pada permukaannya.

• Berikan multivitamin khusus burung kicau yang dicampur pada air minumnya seminggu sekali.

Penanganan Cucak rowo (CR) over birahi (OB):

• Pangkas porsi pemberian jangkrik menjadi 3/3 pagi/sore, berikan 2 ekor ulat bumbung dalam 3 hari berturut-turut.

• Frekuensi mandi dibuat lebih sering, misalnya pagi dan sore hari.

• Durasi penjemuran dikurangi menjadi 30 menit/hari saja.

Penanganan kalau kondisi Cucak rowo (CR) ngedrop:

• Tingkatkan porsi pemberian jangkrik menjadi 10/10 pagi/sore.

• Tingkatkan porsi pemberian kroto menjadi 3x seminggu.

• Mandi cukup 2 hari sekali saja.

• Burung segera di isolasi, jangan sampai melihat dan mendengar suara burung Cucak rowo lain.

• Durasi penjemuran ditambah.

Demikian sedikit informasi tentang cara merawat Cucak rowo (CR) bakalan agar cepat bunyi. Untuk informasi lain seputar Cucak rowo, dapat dibaca pada artikel On Kicau yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Cucak Rowo (CR)

Resep rahasia agar Perkutut cepat manggung dan gacor

Order Detail

Racikan jamu ini bisa diberikan pada Perkutut bakalan untuk memancingnya bersuara, dan bisa juga diterapkan pada Perkutut yang sudah gacor ataupun untuk Perkutut lomba.

Jamu untuk Perkutut bakalan:

1. Siapkan kacang hijau yang sudah direndam dengan air panas sampai lunak sebanyak 5-7 butir.

2. Jamu kemasan khusus untuk Perkutut 3 butir.

3. Undur-undur dewasa 3 ekor.

Sebelum diberikan jamu, terlebih dulu Perkutut di mandikan dengan campuran air cucian beras, tumbukan/rebusan daun sirih, dan kembang (mawar, kenanga, atau cempaka). Mandikan dengan cara dipegang dan direndam dalam baskom/wadah air.

Air cucian beras dan tumbukan/rebusan daun sirih berguna untuk menghilangkan kutu pada bulu-bulu Perkutut, sedangkan kembang hanya untuk memberikan sensasi segar dan wangi saja, tidak ada tujuan lain yang bernuansa mistis.

Setelah dimandikan, pertama lolohkan dulu kacang hijau satu persatu secara pelan-pelan, berikan jeda beberapa saat agar tertelan sampai ke tembolok dulu. Setelah selesai, kemudian lolohkan jamu kemasan khusus untuk Perkutut, dan terakhir lolohkan undur-undur.

Setelah selesai semuanya, masukkan kembali Perkutut ke dalam kandang dan di angin-anginkan di tempat teduh sampai bulu-bulunya kering baru pindahkan ketempat yang terkena sinar Matahari untuk berjemur.

Setelah diberikan jamu, jangan berikan air minum dulu sampai kira-kira dua atau tiga jam untuk mencegah agar Perkutut tidak memuntahkan jamu-jamu yang baru dikonsumsi.

Berikan jamu seminggu sekali agar Perkutut terbiasa manggung. Biasanya dua hari kemudian setelah diberikan jamu tadi, pasti Perkutut akan lebih sering bunyi.

Jamu untuk Perkutut yang sudah gacor:

Untuk racikan jamu dan cara pemberiannya sama dengan jamu untuk Perkutut bakalan, hanya saja pemberiannya cukup dua minggu atau sebulan sekali saja untuk menjaga vitalitas dan kestabilan suara Perkutut.

Akan lebih baik lagi bila ditambahkan campuran madu dan kuning telur ayam kampung. Bisa juga diberikan minyak ikan sebulan sekali untuk keindahan bulu-bulunya. Tapi untuk pemberiannya jangan bersamaan dengan pemberian jamu, berikan minyak ikan pada saat tidak diberikan jamu.

Pemberian jamu kemasan adalah untuk kepraktisan, daripada harus membuat sendiri dengan daun saga/katuk/pare hutan yang sudah langka keberadaannya saat ini, walaupun kalau menggunanan bahan-bahan alami tersebut hasilnya akan jauh lebih baik.

Untuk Perkutut lomba jamunya beda lagi, karena Perkutut lomba membutuhkan stamina yang benar-benar prima saat digantangan. Perkutut lomba membutuhkan nutrisi lebih besar dibanding Perkutut rumahan untuk menunjang performanya di arena lomba.

Biasanya para Kung Mania punya resep rahasia sendiri-sendiri yang tidak akan dibeberkan kepada orang lain.

Demikian sedikit informasi tentang resep rahasia agar Perkutut cepat manggung dan gacor. Untuk informasi lain seputar Perkutut, dapat dibaca pada artikel On Kicau yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Perkutut Lokal

Ciri-ciri perbedaan burung Parkit jantan dan betina paling akurat

Order Detail

Parkit termasuk burung yang banyak disukai dan banyak dipelihara, baik sebagai burung kicauan maupun sebagai burung hias. Burung ini memiliki penampilan yang cantik dengan warna bulu yang bermacam-macam. Maka tidak heran jika peminatnya cukup banyak.

Parkit biasanya dipelihara didalam kandang besar sebagai hiasan rumah atau taman, dan burung ini lebih sering dipelihara secara berpasangan. Selain tingkah lakunya yang terlihat lucu jika berpasangan, memelihara sepasang Parkit jantan dan betina juga sekaligus dapat dikembang biakkan.

Selain untuk menyalurkan hobi, beternak Parkit juga dapat menjadi uasaha sampingan karena prospeknya cukup bagus, dimana penggemar Parkit bukan hanya dari kalangan Kicau Mania saja, tapi dari semua kalangan karena Parkit tidak hanya dapat dinikmati suara kicauannya saja, tapi juga keindahan warna bulunya serta tingkah lakunya yang menggemaskan.

Jika kita berniat beternak Parkit, maka hal utama yang mutlak harus diperhatikan adalah pemilihan indukan yang berkualitas, dan yang paling penting harus jantan dan betina.

Dan berikut ini adalah beberapa ciri-ciri untuk membedakan antara Parkit jantan dan betina:

• Hidung

Ciri tersebut merupakan yang paling gampang dilihat dan paling akurat untuk membedakan jenis kelamin Parkit. Parkit jantan memiliki hidung berwarna biru tua, sedangkan Parkit betina memiliki hidung berwarna keputihan atau krem.

Ini adalah cara paling mudah untuk mengetahui perbedaan Parkit jantan dan Betina. Tapi sayangnya cara tersebut hanya berlaku jika Parkit sudah memasuki usia dewasa (6 bulan lebih), karena semakin tua maka warna biru pada cere (hidung) Parkit jantan akan semakin jelas.

Sedangkan untuk Parkit yang masih muda (dibawah 4 bulan), cara tersebut tidak bisa digunakan karena hidung Parkit jantan dan betina warnanya cenderung sama.

Untuk membedakan Parkit jantan dan betina yang masih muda, kita harus lebih jeli dalam melihat warna hidungnya. Karena biasanya, Parkit jantan yang masih muda memiliki hidung berwarna putih kemerah-merahan (pink). Hal itu karena pada usia tersebut, pigmen warna pada hidungnya belum terbentuk secara sempurna sehingga warna biru masih tersamar dengan warna pink.

Hal ini belum banyak diketahui oleh para penggemar burung Parkit, sehingga sering menganggap jika Parkit dengan hidung berwarna pink maka dianggap sebagai betina. Padahal, Parkit betina yang masih muda memiliki hidung berwarna putih kusam atau putih gading.

• Tingkah laku

Cara lain untuk membedakan antara Parkit jantan dan betina adalah dengan melihat tingkah lakunya, antara lain:

- Parkit jantan cenderung lebih dominan dan agresif jika ada Parkit lain yang mendekatinya.

- Parkit jantan juga suka meloloh Parkit betina.

- Jika diperhatikan lebih seksama pada cara berdirinya, maka akan terlihat perbedaan yang cukup jelas antara Parkit jantan dan betina. Saat berdiri, posisi kaki Parkit betina jaraknya lebih lebar (ngangkang), sedangkan Parkit jantan lebih rapat.

• Suara

Cara berikutnya untuk membedakan Parkit jantan dan betina adalah dengan mendengarkan suara kicauannya. Parkit jantan cenderung lebih rajin berkicau dengan suara yang keras meskipun usianya masih muda.

Hal itu merupakan naluri alami dari seekor pejantan untuk menarik perhatian lawan jenisnya pada saat musim kawin dengan mengeluarkan suara kicauan terbaiknya.

Baca juga:

Perawatan harian burung Parkit agar lebih cerewet

Perbedaan fisik dan perilaku antara Anis Kembang (AK) jantan dan betina

Ciri-ciri perbedaan Anis Merah (AM) jantan dan betina

Demikian sedikit informasi tentang ciri-ciri perbedaan Parkit jantan dan betina paling akurat. Untuk informasi lain seputar burung Parkit, dapat dibaca pada artikel On Kicau yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Parkit Jantan dan Betina
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Kumpulan panduan dan inspirasi Kicau Mania - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger