Latest Products
Tampilkan postingan dengan label Burung Parkit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Burung Parkit. Tampilkan semua postingan

PENYAKIT-PENYAKIT PARKIT DAN CARA MENGATASINYA

Order Detail

burung ocehan – Burung parkit merupakan burung yang cukup stabil terhadap penyakit. Akan tetapi yang namanya makhluk hidup pasti ada penyakit yang mendera. Penyakit-penyakit tersebut diantaranya.

1.Pilek
Pilek sering melanda parkit. Penyebabnya bisa karena udara yang terlalu dingin, terlalu banyak minum, atau angin yang kencang. Cairan dari hidung menyebabkan parkit sulit bemapas Pertama pisahkan burung tersebut dan masukkan ke sangkar khusus dan berilah pemanas atau penghangat, misal dari lampu listrik yang diletakkan di atas atau di bawah kandang, atau langsung dijemur. Apabila usaha tersebut tidak berhasil, bisa diberikan vita tetra chlor.

2. Berak Kapur
Penyakit berak kapur atau dikenal dengan Salmonellasis disebabkan oleh bakteri, gejala penyakit ini yang dapat diamati, burung tidak mau makan, lesu, bulu-bulu nampak kusut / suram dan beraknya putih seperti kapur dan sisa kotoran banyak menempel di sekitar kloaka. Penyakit ini mudah menular, sehingga apabila ditemui burung parkit dengan gejala-gejala tersebut sebaiknya segera dilakukan isolasi ke sangkar khusus. Untuk mengobatinya berikan Flumequne sebanyak 0,5 -1 gram ke dalam satu liter air minum. Disediakan setiap hari selama tujuh hari berturut-turut atau berikan Furaizolidone sebanyak 0,002 % yang dicampur ke dalam pakan.

3. Cacingan
Gejala parkit yang terkena penyakit cacingan biasanya kelihatan lesu, bulu pada bagian leher berdiri serta nafsu makannya menurun bahkan sama sekali tidak mau makan. Hal ini bisa dicegah dengan cara membersihkan sangkar, tempat pakan dan minum secara rutin. Air minum sebaiknya diberi air matang. Untuk pengobatan dapat diberikan Vinca atau HK 33, yang dapat diperoleh di poultry shop.

4. Bengkak Kaki (bubul)
Penyakit ini sering menyerang pada jari kaki, telapak kaki, yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau jamur dari kotoran yang menempel. Pengobatannya, burung dipegang, dilakukan dengan menyudet di bagian tersebut, setelah bersih dapat diolesi dengan bitadine.

Yang paling penting dilakukan usaha pencegahan agar burung tidak mudah terserang penyakit adalah: 
  1. membersihkan kandang beserta fasilitas di dalamnya, 
  2. memberi makanan yang bervariasi, 
  3. memberi vitamin dan mineral ke dalam air minum, dan 
  4. menjaga kebersihan pakan yang diberikan.

MENCEGAH HAMA BURUNG PARKIT

Order Detail

burung ocehan – Beternak burung parkit, paling tidak dapat diperoleh dua manfaat sekaligus. Manfaat psikologis, jika dinikmati dari sisi postur tubuhnya yang cantik dan mungil, keindahan warna-warni bulunya dan suaranya yang cerewet dapat mengurangi ketegangan jiwa dan perasaan. Manfaat ekonomis, jika ditekuni secara sungguh-sungguh dengan penuh kesabaran dan ketelatenan, beternak parkit ini dapat mendatangkan hasil yang besar. Setiap melakukan usaha bidang peternakan selalu ada dan dijumpai kendala-kendala atau hama yang dapat menyerang burung parkit. Kendala-kendala ini apabila tidak segera diatasi akan berdampak pada kerugian atau kegagalan. Kendala yang sering dihadapi seperti tikus, cicak, dan semut.

1. Tikus
Tikus termasuk binatang pengganggu yang tidak boleh dibiarkan, sewaktu-waktu dapat menyerang dan memakan burung parkit melalui lubang-lubang yang cukup dimasuki tikus. Untuk mengatasi hal ini usahakan pembuatan kandang tidak terdapat lubang yang memungkinkan tikus dapat masuk kandang. Kandang tertutup rapat dari tikus yang akan mencoba masuk. Usahakan juga di sekitar kandang tidak tempat yang potensial untuk ditempati tikus untuk bersarang.

2. Cicak
Cicak biasanya menyerang sarang parkit dan memakan telur parkit yang sedang dierami induk parkit. Untuk mencegah datangnya cicak maka kandang harus bersih dari serangga serangga yang dapat mengundang cicak datang. Usahakan juga jangan ada tempat yang memungkinkan ditempati oleh cicak untuk bersarang. Jaga kebersihan kandang adalah kunci utama mencegah cicak datang.

3. Semut
Semut biasanya menyerang pada makanan berupa biji-bijian yang berceceran di dasar kandang juga kotak sarang dimana terdapat telur pecah atau piyik parkit. Telur pecah atau piyik yang baru saja dilahirkan baunya cukup merangsang penciuman semut, sehingga semut-semut mendapat umpan menyenangkan. Untuk mengatasi supaya semut tidak mendekat, kotak sarang harus sering dikontrol, dinding-dinding kandang dimana terdapat lalu lalang semut harus selalu dikontrol atau dapat diberikan obat anti semut dalam bentuk serbuk di pinggir-pinggir luar kandang. Tetapi penaburan obat semut ini harus dilakukan secara hati-hati, agar parkit-parkit di dalam kandang tidak dapat mematok serbuk racun tersebut. Usahakan penaburan obat semut dilakukan diluar kandang yang potensial dilalui semut untuk masuk ke kandang parkit. Pencegahan lain yang dapat dilakukan untuk menghalau semut, sering disiram air di bagian-bagian yang dilalui semut.

JENIS-JENIS PAKAN BURUNG PARKIT

Order Detail
burung ocehan – Burung parkit sangat menyukai pakan dari jenis biji-bijian sebagaimana pada habitat aslinya. Semua burung berparuh bengkok mengkonsumsi biji-bijian sebagai pakan utamanya. Berbagai jenis pakan yang harus diberikan untuk burung parkit dapat diuraikan menjadi pakan utama dan pakan tambahan.

1. Pakan Utama
    Berikut ini akan diuraikan tentang pakan utama untuk burung parkit, yaitu biji jewawut dan millet.

a. Biji Jewawut
Makanan favorit burung parkit adalah biji jewawut, bahasa Latinnya Panicum Viride atau dalam bahasa Jawa disebut Otek. IeWaWut dapat diberikan dalam bentuk malai atau biji jewawutnya. Dari pengalaman peternak jarang sekali membeli pakan jewawut yang masih ada malainya. Iewawut mudah sekali diperoleh di pasar burung, di poultry shop atau di kios-kios penjual pakan ternak atau burung. Dari hasil sebuah penelitian ditengarai bahwa di dalam biji jewawut sudah terkandung unsur protein, lemak, dan karbohidrat meskipun kadarnya rendah.

Ada dua jenis jewawut yang dijual di pasaran. Iewawut lokal dan impor (Bangkok), namun keduanya memiliki kualitas yang tidak jauh berbeda. Mengenai harga setiap saat selalu berubah sesuai dengan teori hukum permintaan dan penawaran. Sebagai informasi saja, harga jewawut lokal pada awal Januari 2000 di kota Solo tercatat Rp3.000,00 per kg. Sedangkan jewawut Bangkok Rp2.500,00 per kg.

b. Millet
Millet merupakan pakan sejenis jewawut yang juga disukai burung parkit, puter, kenari, dan burung pipit. Bentuknya mirip dengan jewawut, tetapi butirannya lebih besar sedikit dan mengkilap atau licin. Warnanya ada dua macam, putih dan merah. Millet merah sedikit lebih mahal ketimbang yang warna putih. Harganya juga selalu berfluktuasi, per kilo berkisar antara Rp2.700,00 sampai Rp3.500,00 untuk yang putih dan Rp3.500,00 sampai Rp4.500,00 untuk merah (harga pada Januari 2000 di kota Solo). Di tiap-tiap daerah tentu saja harganya tidak selalu sama.


2. Pakan Tambahan
Untuk burung parkit yang dibudidayakan, pemberian pakan tambahan atau food suplemen merupakan suatu keharusan, karena akan berdampak langsung terhadap produktivitas, kesehatan, suara, dan keindahan warna bulu. Oleh sebab itu, kebutuhan gizi dalam proses kehidupannya akan terpenuhi melalui keanekaragaman pakan yang biasanya diberikan pada burung parkit. Jenis dan manfaat pakan tambahan, yaitu taoge jagung muda; kangkung; daun kemangi; grit; dan vitamin serta mineral.

a. Taoge
Taoge atau kecambah atau tokolan (dalam bahasa Jawa) salah satu jenis pakan yang amat penting. Taoge atau kecambah dari kacang hijau ini berpotensi besar dalam masalah kesuburan dan vertilitas telur, terlebih lagi burung parkit yang sedang dalam masa-masa kawin, sehingga diharapkan dapat menciptakan keturunan dalam jumlah banyak. Di dalam taoge terdapat kandungan vitamin E yang bermanfaat mempertahankan alat reproduksi, kesehatan kulit, dan bulu.

b.Jagung Muda
Secara umum, semua burung berparuh bengkok menyukai biji-bijian, di antaranya adalah jagung beserta tongkolnya, baik jagung biji kuning maupun merah, karena semua jagung tersebut mengandung pro Vitamin A. Untuk mendapatkan jagung ini tidaklah sulit karena di setiap pasar pasti ada, kalau membeli di kios pakan burung biasanya jagung pipilan baik yang masih utuh maupun yang pecahan. Untuk burung parkit dapat diberikan jagung beserta tongkolnya maupun jagung pipilan yang sudah agak pecah kecil~kecil.


c. Kangkung
Kangkung selain mudah cara mendapatkannya harganya pun relatif murah. Dari sekian banyak jenis sayuran, selama ini para peternak burung parkit hanya memanfaatkan kangkung debagai pakan tambahan dan ternyata burung parkit sangat menyukainya.

d. Daun Kemangi
Daun kemangi diberikan sebatas sebagai pakan tambahan dan diberikan tidak setiap hari, dapat seminggu sekali. Fungsi daun kemangi bagi burung untuk mencegah terjangkitnya penyakit diare atau mencret.

e. Grit
Grit adalah campuran dari berbagai bahan, seperti kulit kerang, kulit bekicot, kulit cumi-cumi, pecahan batu kali, kerikil, dan arang batok granit. Grit ini sulit didapat di pasaran, padahal manfaatnya sangat penting yakni sebagai sumber mineral terutama kalsium serta berfungsi membantu pencernaan. Karena grit sulit untuk mendapatkannya, sebaiknya membuat sendiri. Dari bahan-bahan tersebut (tidak semua bahan) kemudian ditumbuk tetapi tidak sampai halus.

f. Vitamin dan Mineral
Selain makanan berupa biji-bijian dan sayuran, burung parkit juga perlu diberi tambahan makanan berupa vitamin yang penggunaannya dicampurkan dengan air minuman. Vitamin ini dapat dibeli di poultry shop yakni merk Canary Post atau Growvit. Vitamin dalam bentuk powder ini bermanfaat untuk mempertinggi fertilitas pejantan dan betina, serta meningkatkan daya tetas telur.


ASAL USUL BURUNG PARKIT

Order Detail
burung ocehan – Burung parkit pertama kali ditemukan di Benua Kanguru yakni Benua Australia, oleh seorang ornitholog yang bernama John Gould pada tahun 1740. Karena penasaran melihat postur tubuh burung parkit yang elok rupa, mungil, dan memiliki warna bulu begitu indah dan menarik. Kemudian John Gould mencoba memelihara di lingkungan rumahnya. Ternyata burung parkit dapat hidup dan berkembang biak. Dengan kondisi lingkungan yang sangat jauh berbeda antara hidup liar dengan hidup di dalam sangkar, burung parkit yang ditemukan hanya berwarna hijau dominan di seluruh tubuhnya dengan pigmen-pigmen hitam di sekitar kepala dan sayap. Dari hasil perkembangbiakannya, kemudian burung parkit dibawa ke negara-negara lain, seperti ke Benua Eropa, Benua Amerika, dan Benua Asia, termasuk ke Indonesia.
Dalam bahasa Prancis dan Jerman, burung parkit disebut ”Perruche Ondule” dan "Wellensittich". Orang Belanda dulu menyebut "Undulated Grass Parkeet", kemudian disingkat menjadi ”Grass Parkeet"kemudian berubah lagi menjadi ”Parkiet”, di Indonesia orang menyebut "Parkit". Jadi, di Indonesia parkit yang populasinya sudah begitu banyak dan menyebar hampir di seluruh kepulauan, itu adalah parkit impor dari Benua Australia. Tetapi karena sejak tahun 1950-an burung parkit sudah ada di Indonesia dan sudah mulai dibudidayakan, seolah-olah burung parkit asli burung yang berasal dari Indonesia. Anehnya, para pedagang burung dan penangkar burung di negara kita mengklarifikasikan burung parkit tersebut adalah parkit “lokal“ Istilah itu justru datang bukan dari peneliti perburungan, melainkan dari pedagang burung itu sendiri. Setelah dicermati alasan istilah ”lokal" dihubungkan dengan jenis parkit lain yang sampai saat ini Indonesia masih mengimpor, yakni disebut "Parkit Australia" atau burung parkit "Calk".


Biologi Parkit
Parkit, dalam bahasa Latin disebut "Melopsittacus Undulatus". Melopsittacus berasal dari kata melas artinya "nyanyian", dan psittacus berarti kerabat dari betet, sedangkan kata undulatus kira-kira bercorak gelombang, yang terdapat pada bulu-bulu warna yang memiliki pigmen-pigmen. Burung parkit termasuk bangsa burung berparuh bengkok. Paruh bagian atas ditandai dengan bentuk melengkung ke bawah, sedangkan paruh bawah melengkung ke atas. Parkit jenis burung dari keluarga Psittacidae, ordo Psittaciformes dari golongan atau kelas Aves. Habitat aslinya dari padang rumput, padang belukar, dan belantara. Makanan yang disukai adalah dari jenis biji-bijian, pucuk rerumputan, dan buah-buahan yang ditemukan di daerah asal-usulnya.

Anatomi tubuh parkit secara umum memiliki leher pendek, tubuh langsing, mungil, dan memiliki keindahan bulu yang berwarna-warni. Panjang burung parkit dewasa antara 18 sampai 20 cm, paruhnya kuat, keras, dan sakit bila menggigit tangan. Burung parkit memiliki dua jenis mata, ada yang berwarna merah bening dan ada pula yang berwarna hitam bening. Menurut jenis burung, parkit digolongkan sebagai burung hias. Mungkin sebutan ini didasarkan pada keindahan dan keragaman warna bulu. Di samping itu suara atau bunyinya tidak memiliki nada dan irama yang merdu. Hal ini membedakan antara burung hias dengan burung berkicau. Pada burung berkicau, suara dan nadanya berirama cukup indah. Bagi para penangkar burung  berkicau, tujuan utamanya adalah bunyinya yang indah untuk didengar.

CIRI-CIRI BURUNG PARKIT JANTAN DAN BETINA

Order Detail
burung ocehan – Burung parkit yang usianya masih muda (di bawah 3 bulan) agak sulit diketahui jenis kelaminnya, apakah jantan atau betina, kecuali orang-orang yang sudah berpengalaman beternak parkit. Padahal pengenalan lebih dini untuk mengetahui jenis kelamin ini sangat penting bagi peternak. Kalau tidak, bisa-bisa memisahkan parkit untuk yang masih muda ke dalam sangkar lain, bisa terjadi semua jantan atau sebaliknya semua betina. Demikian pula saat membeli untuk bibit, yang dibeli entah dari pasar atau penangkar, kalau ternyata penjualnya nakal bisa diberi jantan atau betina saja, karena merasa pembelinya awam tentang burung parkit. Untuk menghindari hal seperti itu, alangkah baiknya penangkar yang masih awam harus mengetahui lebih dini jenis kelamin parkit.

Parkit Jantan
  • Hidungnya warna biru
  • Kepalanya nonong
  • Gerakannya lebih agresif
  • Lubang kloaka kecil
  • Suaranya lebih ramai
Parkit Betina
  • Hidungnya warna putih (dop)
  • Kepala lebih datar
  • Gerakannya lamban
  • Lubang kloaka besar
  • Suaranya tenang


Burung parkit yang sudah berkembang biak dalam jumlah banyak dalam suatu kandang besar sulit untuk dibedakan, mana parkit yang sudah dewasa dan mana parkit yang masih muda, khususnya untuk penangkar pemula. Karena secara kasat mata antara parkit yang muda dan yang dewasa tidak memiliki perbedaan yang menyolok. Hal ini tentu saja tidak berlaku bagi yang sudah berpengalaman, dengan mudah dapat membedakan. Pengetahuan tentang perbedaan antara yang muda dan yang dewasa ini penting diketahui, terutama apabila ingin memindahkan turunan pertama, kedua, dan seterusnya ke kandang atau sangkar lain. Dengan demikian akan mudah dipantau generasi pertama akan menghasilkan beberapa kali keturunan. Setelah turunan pertama (Fl) semua dipindahkan, kemudian induk burung parkit akan menghasilkan turunan kedua (FZ) ke kandang lain, demikian seterusnya.

Untuk mengenali burung parkit muda dan parkit dewasa , dapat disimak keterangan di bawah ini.

Ciri-ciri burung parkit muda seperti berikut ini. 
  • Secara umum postur tubuhnya lebih kecil. 
  • Bulu tubuhnya lebih halus. 
  • Jari-jarinya berwarna agak keputih-putihan, lebih halus dan bersih. 
  • Dari warna hidung sulit dibedakan Jenis kelaminnya. 
  • Ekornya relatif pendek. 

BETERNAK BURUNG PARKIT SANGAT MUDAH DAN MENJANJIKAN

Order Detail
burung ocehan – Ketika sebagian orang mendengar dan berbicara tentang burung parkit, dibenaknya terlintas bayangan warna-wara bulunya yang indah dan cantik, suaranya cerewet, polahnya tidak mau berhenti, yang sering ditemui di halaman rumah sebagai penghias ruangan, karena enak dipandang dan mampu menciptakan suasana hati yang tenteram di kala sedang stress. Burung hias ini biasanya dipelihara oleh orang-orang yang benar-benar memiliki hobi pada berbagai jenis burung, unggas, dan hewan secara lebih luas. Orang memelihara parkit biasanya juga memelihara jenis burung dan unggas atau binatang peliharaan lain, karena dilandasi kecintaan atau kesukaan semata-mata untuk memelihara, unsur bisnis kurang mendapat perhatian bahkan tidak terpikirkan sama sekali. Padahal kalau dikembangkan lebih jauh, memelihara parkit tidak dapat dipandang sebelah mata hanya & sekadar pengisi waktu luang, tetapi dari parkit ini bila diternakkan akan mendatangkan penghasilan yang lumayan besar, karena memiliki nilai ekonomis tinggi. Beternak Parkit lebih banyak untungnya daripada ruginya. Setiap orang-orang dapat melakukan, anak remaja, orang tua yang sudah memasuki masa pensiun dan ibu ibu rumah tangga.


Beternak parkit tidak harus memiliki bakat, karena semua dapat dipelajari. Beternak parkit tidak banyak mengeluarkan modal, tidak butuh lahan luas, dan cukup pekarangan yang dimiliki dengan luas 2 m2 sudah dapat dimanfaatkan untuk kandang. Pemeliharaannya relatif mudah, tidak banyak menyita waktu, dan dapat dilakukan sebagai usaha sampingan atau dikelola secara profesional sebagai penopang biaya hidup.

Kebutuhan dalam beternak parkit selain modal adalah kemauan yang dilandasi rasa sayang pada binatang peliharaan secara umum. Rasa sayang dan senang pada makhluk hidup ini sangat penting untuk ditumbuhkan. Sebab yang namanya burung sekalipun tidak memiliki akal pikiran, tetapi memiliki insting yang sangat kuat. Mereka akan mengetahui dan merasakan dirinya disayang atau tidak oleh pemeliharanya. Seperti halnya www.suarakicau.com akan tampak bedanya, antara yang benar-benar dirawat atau dipelihara dengan baik, sabar, telaten dan konsisten akan memberikan hasil berupa suara yang bagus, berirama, dan sehat. Tetapi yang tidak dirawat dengan baik, mungkin mau bersuara saja malas. Setiap prestasi tentu ada kontra prestasi, sekecil apapun bentuknya. Selain rasa sayang dan kemauan, kesabaran, dan ketelatenan menjadi bagian penting dalam beternak.

Burung parkit termasuk jenis burung yang mudah diternakkan, tidak rumit perawatannya, dan cepat berkembang biak. Tenggang waktu berbiak antara 70 sampai 90 hari Dalam satu tahun sepasang parkit mampu berkembang biak menjadi 54 ekor atau 27 pasang. Setelah anakan berumur 45 sampai 60 hari sudah dapat dijual ke pasar burung, ke penggemar burung atau ke calon peternak. Yang lebih menarik, harga burung parkit muda atau dewasa harganya sama, sehingga untuk menjualnya tak perlu menunggu terlalu lama. Begitu anakan sudah dapat terbang, maka jadi uang.

Untuk memulai usaha peternakan atau penangkaran parkit bagi pemula khususnya, pengetahuan yang harus dimiliki adalah:
(1) mempersiapkan sarana dan prasarana,
(2) mengenali karakteristik burung parkit,
(3) mengetahui pakan dan segala permasalahannya,
(4) cara memilih bibit,
(5) mengenal penyakit parkit, dan
(6) pemeliharaan dan perawatan. 

PERKEMBANGBIAKAN BURUNG PARKIT

Order Detail

burung ocehan – Burung parkit termasuk bangsa aves yaitu hewan bersayap yang mudah diternakkan, mudah beradaptasi dengan lingkungan dan mudah berkembang biak dengan cara bertelur. Seperti umumnya, hewan yang tidak berdaun telinga berkembang biak selalu diawali dengan bertelur.

A. Masa Berbiak
Ketika masa berbiak suasana kandang menjadi riuh rendah, si jantan sangat aktif terbang ke sana ke mari mengejar-kejar betina pasangannya. Masing-masing pasangan asyik berkejar-kejaran, bercumbu dan berdamping-dampingan, seakan-akan dalam satu kandang tak ada burung parkit sesamanya. Pada masa berbiak biasanya si betina menghabiskan waktu di dalam kotak sarang, si jantan dengan aktif mencari dan mengirim makanan untuk pasangannya dengan mondar-mandir keluar masuk kotak sarang. Pada masa ini, peternak perlu mengenali pasangan-pasangan tersebut, tidak sulit dilakukan, asal telaten dan sabar sering memperhatikan pasangan-pasangan tersebut. Pengetahuan hal ini penting, untuk mengetahui warna bulu dari keturunan pasangan tertentu akan menurunkan warna-warna bulu tertentu.



B. Masa Bertelur
Setelah mendapatkan pasangan yang cocok dan melakukan perkawinan, kedua pasangan burung parkit rajin mencari sarang untuk bertelur. Di alam aslinya burung parkit bertelur di batang kayu yang dilubangi di tempat-tempat yang dirasakan paling aman. Biasanya sarang terlindung dari kemungkinan adanya gangguan dari binatang lain dan suasana sarang berada dalam tempat gelap untuk menjaga keamanan. Karena burung parkit tergolong burung hias yang mudah beradaptasi terhadap lingkungan di mana dia hidup, diternakkan dalam satu kandang pun mudah berkembang biak, sekalipun dalam kandang terdapat banyak gangguan dari sesamanya.

Dalam satu periode (masa) peneluran, jumlah telurnya mencapai 4 sampai 8 butir. Burung parkit yang baru pertama kali bertelur biasanya hanya menghasilkan 3 sampai 4 butir. Bertelur tidak secara rutin setiap hari, tetapi ada tenggang Waktu beberapa hari. Waktu yang dibutuhkan untuk memproduksi telur antara 15 sampai 18 hari. Telur burung parkit berwarna putih bersih, berbentukbulat dengan berat antara 1,8 sampai 2,5 gram per butir.

Burung parkit menyukai tempat lindung dan gelap untuk menaruh telurnya. Oleh karena itu, kotak sarang (tempat bertelur) dibuat sedemikian rupa yang berkesan sesuai habitatnya. Saat proses bertelur, wajib diberikan pakan yang bervariasi terutama taoge dan kangkung. Selain itu, air minum perlu ditambahkan vitamin dan mineral, misalnya growvit atau canary post. Pada masa burung parkit betina bertelur, upayakan suasana kandang dan lingkungan sekitarnya dibuat setenang mungkin, baik lalu lalang orang, hewan maupun suara-suara mesin. Suasana yang menimbulkan gangguan pada burung parkit betina yang sedang bertelur, dapat menyebabkan proses bertelur tidak sampai tuntas, dan sebagian telur tersebut tidak dapat menetas.

C.Masa Pengeraman
Telur-telur burung parkit dierami biasanya tidak menetas secara bersamaan. Telur lebih awal akan menetas lebih dulu. Kalau ingin telur-telur itu menetas bersamaan, setiap bertelur telurnya diambil dan disimpan. Demikian seterusnya sampai telur terakhir, kemudian semua telur diletakkan kembali ke kotak sarang. Dengan cara demikian telur akan menetas secara bersamaan, intervalnya tidak terlalu lama. Keuntungan cara ini, besarnya anak burung merata.

D. Dari Anakan Hingga Dewasa.
Dari sejak menetas hingga berumur 40 hari, anakan atau piyik burung parkit disuapi (diloloh) oleh induknya, karena pada masa tersebut anakan belum mampu untuk mencari makanan sendiri. Yang perlu dilakukan peternak tentu saja kualitas dan kuantitas pakan ditingkatkan, di samping pemberian air minum perlu ditambah vitamin dan mineral.

Umur 15 hari pertumbuhan bulu anakan pada tubuh, kepala, sayap, dan ekornya mulai tampak. Pada umur 40 hari satu persatu sudah mulai dapat terbang dan mencari makanan sendiri. Setelah itu, induk betina maupun jantan aktif kembali dalam proses perkawinan dan mulai bertelur lagi. Demikian juga seterusnya setiap 3 bulan akan berkembang biak.

Dari beberapa referensi menyebutkan, sepasang burung parkit selama satu tahun mampu berbiak enam kali periode, atau dengan kata lain setiap dya bulan sekali berkembang biak. Hal ini sama sekali tidak realistis. Seorang praktisi tidak akan mengatakan hal seperti itu. Sesungguhnya selama setahun sepasang burung parkit mampu berbiak maksimal empat kali bahkan hanya tiga kali.

Burung parkit mencapai usia dewasa antara 3 Sampai 4 bulan. Apabila pertumbuhan normal dan kesehatan baik, umur lima bulan sudah mulai aktif mencari pasangan yang cocok dan kemudian mulai bertelur. Burung parkit mencapai usia produktif sampai umur 5 tahun, tetapi dari pengalaman setelah berumur 2 tahun, kuantitas dan kualitas telurnya sudah semakin menurun. Setiap periode peneluran jumlah telurnya makin sedikit dan fertilitasnya kendor. Sebaiknya setelah indukan (bibit) berumur  di atas 2 tahun, lebih baik dijual ke pasar dan diganti bibit baru, yang dapat diperoleh dari keturunannya.

STRATEGI PEMASARAN MENJUAL BURUNG PARKIT

Order Detail
burung ocehan – Bagi pedagang baru yang terjun di bisnis perparkitan perlu mempelajari peta pasar dan strategi pemasaran, kalau tidak keuntungan yang diraih tidak akan maksimal. Menjual burung parkit hasil budi daya tidak sekadar dilempar ke pasar begitu saja, tetapi harus mengetahui kapan saat-saat harga tinggi dan kapan saat harga melemah. Berbeda bagi yang sudah lama terjun di peternakan burung parkit, tahu betul kiat dan strategi pemasaran. Dari pengalaman para praktisi, harga burung parkit akan melemah tajam di saat-saat menjelang hari-hari raya, misalnya menjelang lebaran, tahun baru, dan natal. Disarankan pada bulanbulan tersebut sebaiknya menahan diri untuk tidak melepas burung parkitnya. Tetapi setelah hari raya biasanya harga mulai stabil'lagi, atau bahkan cenderung naik. Demikian perlu memonitor secara terus-menerus harga pakan, terutama jewawut. Harga jewawut ini setiap saat selalu berubah (fluktuasi), saat yang tepat untuk menjual burung parkit ketika harga jewawut berangsur-angsur turun atau mengalami penurunan tajam. Sebab pada saat yang bersamaan permintaan akan burung parkit meningkat, menguatnya permintaan akan berdampak tingginya harga. 

Sasaran pemasaran terdiri dari tiga jalur, yaitu seperti berikut ini.
  1. Pasar burung, setiap saat bersedia menerima karena sifatnya tetap.
  2. Pedagang pengumpul, ini agak sulit dijangkau bagi peternak pemula, biasanya butuh waktu untuk mengetahui jalur pemasarannya, dan perlu pendekatan-pendekatan.
  3. Perseorangan, yang dimaksud pembeli perseorangan, yakni pembeli untuk diternak sendiri (pendatang baru), biasanya pembeli ini mengetahui dari mulut ke mulut dari teman atau saudara.
Di samping semua itu, seorang peternak juga perlu mempelajari peta pasar yang potensial. Daerah-daerah mana yang pangsa pasarnya kuat, mampu menerima pasokan dalam jumlah banyak, rutin, dan harga bersaing. Biasanya kota-kota besar memiliki tingkat permintaan yang tinggi, dan kecenderungan supplaynya lemah. Sebab menurut pengalaman peternak-peternak banyak berada di daerah-daerah.

Karena harga burung parkit di pasaran setiap saat selalu berubah mengikuti hukum pasar, di sinilah perlunya selalu memonitor ke pasar, menjalin kerja sama dengan peternak lain, jangan sekali-sekali menjual tanpa mengetahui perkembangan harga terkini, lebih baik menahan diri sewaktu harga rendah. Dengan cara demikian diharapkan keuntungan dapat diperoleh secara maksimal.


CARA MENGETAHUI UMUR ATAU USIA PARKIT SIAP KAWIN

Order Detail
burung oceha– Semua masyarakat pada umumnya pasti setuju kalo burung Parkit merupakan burung yang cantik dengan bulu warna yang indah, selain itu harganya pun sangat terjangkau, meskipun si doi ini merupakan burung hias namun dia juga memiliki suara crecetan yang lumayan untuk di jadikan masteran Burung kicau lainnya, bahkan ada sobat kicau mania yang mencetak burung parkit gacor nya memiliki suara tembakan seperti Cililin maupun Kenari.

Pada artikel yang sebelumnya kami pernah mengulas tentang membedakan  jenis kelamin jantan dan betina di sini Cara membedakan burung Parkit jantan dan betina.

Dan pada kesempatan kali ini kami akan memberikan informasi tentang Cara mengetahui usia burung Parkit berdasarkan ciri fisik, hal ini sangat penting karena dalam hal berternak Parkit, atau burung apapun kita harus megetahui umur yang sudah dewasa untuk di jadikan indukan dalam berternak nanti. 

Sebenarnya ada jenis burung Parkit Australia, Parkit Amerika, Parkit Holland dan yang lainnya, namun yang akan kami ulas kali ini adalah untuk yang dari Holland.

Baiklah, mari kita bahas umur parkit berdasarkan ciri-cirinya:
  1. Garis-garis yang berada di sekitar kepala.Burung muda atau yang masih di bawah umur 4 bulan biasanya memiliki garis-garis hitam yang berjajar di area kepalanya dan garis-garis akan hilang saat burung mulai mabung atau menginjak umur antara 5-6 bulan hingga tumbuh bulu baru tanpa garis-garis lagi.
  2. Bintik atau bercak hitam di area dagu / leher.Saat usia muda terdapat bercak-bercak hitam yang kurang jelas dan seiring umurnya bertambah bercak hitam ini akan semakin jelas dan akan membentuk titik-titik hitam.
  3. Warna iris pada mata.
    Iris mata atau yang lebih jelasnya lingkar mata yang terletak di luar bola matanya, ini warnanya hitam ketika masih muda (di bawah 4 bulan), lalu akkean berubah menjadi abu-abu samar pada umur 4-6 bulan, lalu jadi putih keabu-abuan pada umur 6-8 bulan dan akan menjadi putih jelas dan terang  ketika umur 8 bulan +, di umur inilah burung siap di ternak.
  4. Warna pada Cere.
    Cere atau lubang sekitar hidung pada burung Parkit ini merupakan pembeda antara jantan dan betina, untuk betina memiliki warna putih dan untuk jantan berwarna ungu/biru, nah warna ini jika semakin tua umurnya maka akan semakin tua, jelas dan terang juga warna cerenya.
Sobat bisa lihat perbedaan pada gambar di bawah ini..




 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Kumpulan panduan dan inspirasi Kicau Mania - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger